Minggu, 17 April 2011

kpr konvensional vs kpr syariah

Alhamdulillah kembali lagi setelah sekian lama tidak melongok blog ini. Alhamdulillah juga kami telah berhasil melaksanakan sunnah Rasul dengan lancar. Alhamdulillah kami telah dikaruniai seorang anak laki-laki 11 Bulan setelah kami menikah. Alhamdulillah kami telah melunasi rumah istri yang di Semarang. Alhamdulillah kami telah sepakat untuk mengambil rumah lagi di daerah ciputat TangSel. Alhamdulillah pula kami telah mendapatkan beberapa acuan dalam perhitungan KPR. Semoga dengan simulasi ini, saya dapat berbagi perbedaan bunga KPR konvensional dengan margin KPR Syariah. Setelah di coba dan di kaji, ternyata margin KPR Syariah ekuivalen dengan bunga KPR konvensional. Dalam margin KPR Syariah berbeda-beda tiap tahunnya. Semakin lama semakin tinggi. Tapi ternyata itu sama saja jika di konversikan ke KPR konvensional. 14 % konvensional sama dengan 9,31 % syariah untuk 15 tahun. 14 % konvensional sama dengan 8,63 % syariah untuk 10 tahun. Tinggal tergantung Anda. Mau murah diawal tidak tenang di tahun ketiga dan seterusnya. Atau mau tenang walaupun besar diawal. Selamat menentukan. http://www.ziddu.com/download/14643285/SimulasiKPR.xls.html

Senin, 13 April 2009

Syarat Administrasi

Alhamdulillah, setelah browsing by google, akhirnya aku menemukan syarat administrasi nikah terlengkap. Semoga bermanfaat bagi kami dan bagi Anda juga.

Kalau dari calon penganten pria kurang lebih sbb (bisa berbeda, tergantung aturan di kelurahan & KUA setempat) :

1. Foto copy KTP dan Kartu Keluarga
2. Foto copy akte kelahiran
3. Surat keterangan dari RT & RW untuk mengurus surat nikah
4. Surat keterangan belum pernah menikah dari RT & RW (kalau perjaka)/foto copy akta cerai/surat kematian istri
5. Foto copy Ijazah terakhir
6. Pas Foto 3×4 (2 lembar), ukuran 2×3 (1 lembar)
7. Pas Foto ukuran 2×3 calon penganten wanita (1 lembar)
8. Form N1 - 7 yang diperoleh dari kantor kelurahan setempat, diisi dan ditandatangani oleh calon penganten pria.(duda)
9. Jika semua persyaratan dan data telah lengkap, di bawa ke kantor kecamatan dan setelah itu dilanjutkan ke KUA Kecamatan setempat.

Yang diperlukan untuk mengurus surat nikah (pengantin wanita ) sbb, mungkin terdapat sedikit perbedaan untuk daerah tertentu :

1. Foto copy KTP dan Kartu Keluarga
2. Foto copy akte kelahiran
3. Foto copy surat nikah orang tua
4. Surat keterangan dari RT & RW untuk mengurus surat nikah
5. Surat keterangan belum pernah menikah dari RT & RW (jika perawan)/foto copy akta cerai/surat kematian suami(janda)
6. Pas foto berwarna ukuran 2×3 (8 lembar)
7. Pas foto calon penganten pria ukuran 2×3 (1 lembar)
8. Foto copy Ijazah terakhir (nah..lho apa hubungannya, tp yang jelas diminta tuh ma pak modin)
9. Foto copy surat keterangan imunisasi TT dari Puskesmas/Dokter/Bidan terdaftar
10. dan form N1, N3, N5 dsb yang diperoleh dari kelurahan setempat, yg harus diisi dan ditandatangani kedua calon penganten berikut orang tua calon penganten wanita.

Semua persyaratan dari pihak pria setelah lengkap dan hasil akhirnya mendapat surat permohonan pencatatan nikah di kantor KUA kecamatan domisili calon penganten wanita (bagi yang akad nikah diselenggarakan/dicatatkan di KUA kecamatan pihak wanita), dikumpulkan dengan dokumen dari calon penganten wanita, diserahkan ke KUA tempat berlangsungnya pencatatan nikah.

Selasa, 07 April 2009

Menuntun Hidup


Kuingin menuntun hidupmu, mengisi hari-harimu tuk mendekatkan diri pada-Mu ya Allah. Searah hidup yang lurus yang kan ku tempuh, aku slalu memohon perlindungan dan petunjuk dari-MU ya Allah. Ya Allah, perkenankanlah aku mengikuti sunnah Rasul-Mu untuk melengkapi setengah agamaku dengan dirinya. Karena aku mencintainya karena Engkau dan aku membencinya juga karena Engkau. Amiinn...

Selasa, 24 Maret 2009

Menanti


Setelah ku menemukanmu, kini aku telah menantimu untuk sepenuhnya halal bagiku.
Separuh langkah telah kita lalui tengah bulan ini.
Kita menanti kapan penghalalan itu tiba.
Ka, bersabarlah

Bismillah..

Assalamu'alaikum..

Setelah lama berkutit dengan pekerjaan , dan sedikit membaca, ternyata membaca dan menulis itu sangat penting. Bahkan, sebagai umat muslim, perintah yang pertama kali diturunkan kepada Nabi kita adalah IQRO (bacalah).

Sengaja saya kasih judul blog ini dengan CURANMOR (curahan hati dan humor), yang insyaAllah akan memuat semua tentang kejadian perjalan hidup penulis dan serangkaian kekonyolan yang mungkin akan terjadi di kemudian hari.

Untuk mengawali blogku yang pertama ini, aku cukupkan dulu.
Maju Terus Indonesiaku !!

Wassalamu'alaikum..